Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LAPINDA-BIDOS Jajaki Kerja Sama dengan UMM

Minggu, 09 Agustus 2026 | Agustus 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-09T14:47:23Z

Penandatanganan PKS antara Bidang RPK, Program Studi Ilmu Pemerintahan, dan Magister Ilmu Pemerintahan UMM Perkuat Tindak Lanjut MoU dengan Pemerintah Provinsi NTB (dok.istimewa)

Narasi Indonesia.com, Malang - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan daerah berbasis riset dengan menerima kunjungan penjajakan kerja sama dari Lembaga Anti Korupsi Pro Otonomi Daerah Bima, Dompu, Sumbawa (LAPINDA-BIDOS). Pertemuan yang berlangsung di kantor Wakil Rektor IV UMM ini dihadiri langsung oleh Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerjasama (RPK) UMM, serta dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bidang RPK, Program Studi Ilmu Pemerintahan, dan Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, pada Minggu (9/8/2026).


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ihwan Asri, MM, selaku Ketua LAPINDA-BIDOS, serta jajaran pengurus lembaga tersebut. Dari pihak UMM, hadir Ali Roziqin, S.AP., M.PA., Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM, dan Dr. Saiman, M.Si., Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MSP) UMM, bersama perwakilan program studi lain yang memiliki keterkaitan dengan potensi kerja sama yang akan dibangun antara LAPINDA-BIDOS dan UMM.


Menyambung MoU dengan Pemerintah Provinsi NTB

Dalam sambutannya, Kepala Biro RPK UMM, Salahudin, menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut sekaligus penguatan dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah terjalin antara UMM dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, Pulau Sumbawa menyimpan potensi besar yang perlu dikembangkan secara serius, terutama pada tiga sektor utama.


“Pulau Sumbawa menjadi wilayah yang memiliki potensi yang harus dikembangkan oleh UMM dan LAPINDA-BIDOS, terutama di aspek pertanian, peternakan, dan tambang besi,” ujar Salahudin.


Salahudin menegaskan, kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat sipil seperti LAPINDA-BIDOS diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pembangunan yang lebih terarah dan berbasis data, sekaligus memperluas jejaring kerja sama riset UMM di kawasan Nusa Tenggara Barat.


LAPINDA-BIDOS: Kemitraan Kampus Kunci Bangun Pulau Sumbawa

Senada dengan hal tersebut, Ketua LAPINDA-BIDOS, Ihwan Asri, menyampaikan harapan besar agar UMM dapat berperan aktif dalam pembangunan Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Sumbawa. Ia menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki Pulau Sumbawa hanya dapat dioptimalkan melalui kemitraan yang kuat dengan pihak kampus.


Ihwan Asri menjelaskan, sebagai lembaga yang memiliki konsentrasi dalam pengawasan pembangunan daerah, khususnya di Pulau Sumbawa, LAPINDA-BIDOS menyadari bahwa persoalan pembangunan di daerah tidak dapat dijawab sendiri oleh lembaganya. Oleh karena itu, kerja sama dengan UMM dipandang sebagai peluang strategis untuk membuka jalan bagi kemajuan Pulau Sumbawa.


Ia berharap, kolaborasi ini juga dapat menjadi bentuk edukasi dan penyadaran bagi pemerintah daerah bahwa Pulau Sumbawa memiliki potensi besar pada tiga sektor utama, yakni pertanian, peternakan, dan tambang besi, yang selama ini belum tergarap secara maksimal.


Langkah Awal Kolaborasi Riset dan Pengabdian

Penandatanganan PKS antara Bidang RPK UMM, Program Studi Ilmu Pemerintahan, dan Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan menjadi penanda awal dari rangkaian kerja sama yang akan dikembangkan lebih lanjut. Ke depan, kedua belah pihak berkomitmen untuk menindaklanjuti penjajakan ini dengan sejumlah program konkret, di antaranya penelitian bersama, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran data dan informasi di bidang pariwisata, pertanian, dan peternakan di wilayah Bima, Dompu, dan Sumbawa.


Melalui sinergi antara dunia akademik dan organisasi masyarakat sipil ini, UMM dan LAPINDA-BIDOS berharap dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan, khususnya dalam mengoptimalkan potensi ekonomi dan sumber daya lokal di kawasan Pulau Sumbawa.*


(m/NI)

×
Berita Terbaru Update