Narasi Indonesia.com, Asahan - Anggota MPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menekankan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai kebangsaan tidak cukup hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Doli saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa (15/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Doli mengajak masyarakat untuk menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar memiliki relevansi penting dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.
“Empat Pilar ini jangan hanya dipahami sebagai sebuah konsep atau materi yang disampaikan dalam forum sosialisasi. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilainya kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad Doli dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, aktualisasi Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap gotong royong, keadilan, penghormatan terhadap sesama, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sementara itu, pemahaman terhadap UUD NRI Tahun 1945, kata dia, penting agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara sekaligus menghormati prinsip-prinsip kehidupan konstitusional.
“Konstitusi bukan hanya menjadi dokumen yang kita kenal, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat perlu memahami hak sekaligus menjalankan kewajibannya sebagai warga negara,” katanya.
Ahmad Doli juga mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan NKRI di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial merupakan bagian dari realitas kebangsaan yang harus dikelola dengan semangat persatuan.
Hal tersebut sejalan dengan makna Bhinneka Tunggal Ika yang menempatkan keberagaman sebagai bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.
“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan kebersamaan,” ujar dia.
Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, mulai dari lingkungan keluarga, desa, hingga kehidupan sosial yang lebih luas. Karena itu, sosialisasi Empat Pilar harus diikuti dengan praktik nyata dalam kehidupan masyarakat.
Ahmad Doli berharap masyarakat di Kabupaten Asahan dapat terus memperkuat semangat gotong royong, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah dan dialog.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Karena itu, nilai-nilai Empat Pilar harus terus kita hidupkan dan aktualisasikan,” katanya.
Sosialisasi Empat Pilar merupakan bagian dari tugas konstitusional MPR RI dalam memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dokumen MPR RI juga menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar perlu diwujudkan melalui kapasitas dan komitmen setiap warga negara sesuai dengan bidang dan perannya masing-masing.*
(m/NI)
