Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

CCTV Sudah Beredar, Publik Tunggu Ketegasan Polisi Usut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | Maret 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-14T18:48:09Z

Tampang pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS (dok. terkinidotid)

Narasi Indonesia.com, Jakarta – Publik menyoroti penanganan aparat kepolisian atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Sorotan itu menguat setelah rekaman CCTV yang diduga merekam peristiwa tersebut mulai beredar luas di ruang publik.


Biasanya, berbekal rekaman CCTV, aparat kepolisian dinilai dapat dengan cepat mengidentifikasi dan menangkap pelaku tindak kriminal, bahkan tak jarang dalam waktu kurang dari 2 x 24 jam. Namun dalam kasus ini, meski rekaman CCTV disebut telah beredar dengan kualitas yang sangat jelas, publik masih menunggu langkah tegas penindakan dari pihak kepolisian.


“Nah, ini sudah beredar CCTV, resolusi 19K, dan ukuran file 69 kilobyte. Artinya, gambarnya jelas. Kita tunggu penindakan kepolisian,” demikian sorotan yang beredar di tengah masyarakat terkait lambannya pengungkapan kasus tersebut.


Dikutip dari Kompas.com, aktivis KontraS Andrie Yunus hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta usai menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) malam. Kondisi Andrie memantik keprihatinan luas dari kalangan aktivis, masyarakat sipil, dan publik yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan serius terhadap pembela hak asasi manusia.


Kasus ini kini menjadi perhatian besar, bukan hanya karena menyasar seorang aktivis, tetapi juga karena publik berharap aparat penegak hukum mampu bergerak cepat, profesional, dan transparan dalam mengungkap pelaku maupun motif di balik serangan tersebut.


Desakan agar polisi segera menuntaskan penyelidikan pun terus menguat. Masyarakat menilai, jika rekaman CCTV benar-benar jelas dan telah tersedia, maka tidak ada alasan bagi aparat untuk menunda proses penegakan hukum.


Hingga berita ini diturunkan, publik masih menanti hasil penyelidikan dan langkah konkret dari kepolisian untuk menangkap pelaku serta mengungkap dalang di balik aksi brutal tersebut.*


(m/NI)

×
Berita Terbaru Update