Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Daftar 15 CEO AS Diajak Trump ke China, Kekayaaan Gabungan Tembus Rp17.500 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | Mei 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-15T03:57:43Z

Narasi Indonesia.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memboyong 15 pengusaha atau CEO perusahaan besar AS ke China, dalam lawatan 3 hari yang dimulai Rabu (13/5/2026). Di antara mereka adalah miliarder perusaahaan industri dan teknologi raksasa seperti CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.


Para CEO yang memiliki kekayaan bersih gabungan mendekati 1 triliun dolar AS (sekitar Rp17.600 triliun) itu memiliki kepentingan bisnis di China. Namun bisnis mereka terkendala perselisihan dagang kedua negara selama beberapa tahun terakhir, dikutip pada laman resmi inew.id.


Musk, memiliki kekayaan 688 miliar dolar AS, merupakan orang terkaya di dunia, berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index. Sementara itu Huang memiliki kekayaan bersih sekitar 183 miliar dolar AS.


Musk naik satu pesawat dengan Trump di Air Force One, bersama Huang. Produser film Brett Ratner, yang menyutradarai film dokumenter "Melania," juga berada di pesawat yang sama.


Selain kedua pengusana tersebut, para CEO perusahaan AS lain yang diajak Trump ke China adalah Stephen Schwarzman dari Blackstone, Tim Cook dari Apple.


Berikut para pengusaha AS yang diajak Trump ke China, seperti dikutip dari CBS News:

1. Cristiano Amon, CEO Qualcomm

2. Tim Cook, CEO Apple

3. Lawrence Culp Jr., CEO GE Aerospace

4. Larry Fink, CEO BlackRock

5. Jane Fraser, CEO Citigroup

6. Jensen Huang, CEO Nvidia

7. Ryan McInerney, CEO Visa

8. Sanjay Mehrotra, CEO Micron Technology

9. Michael Miebach, CEO MasterCard

10. Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX

11. Kelly Ortberg, CEO Boeing

12. Stephen Schwarzman, CEO Blackstone

13. Brian Sikes, CEO Cargill

14. David Solomon, CEO Goldman Sachs

15. Jacob Thaysen, CEO Illumina.


Dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026), Trump mengungkapkan optimisme tentang masa depan hubungan dengan China. Dia mengatakan kepada Presiden Xi Jinping, hubungan kedua negara di masa akan datang akan lebih baik dibandingkan sebelumnya.


"Kita memiliki hubungan fantastis. Kita akur ketika ada kesulitan, kita bisa menyelesaikannya," ujarnya, lagi.


Trump lalu menekankan fokus pembicaraan di sektor ekonomi dari pertemuan tersebut. Anggota delegasi AS, termasuk para bos perusahaan terkemuka, sangat ingin memperluas hubungan dengan China.


“Mereka berharap dapat berdagang dan berbisnis, dan itu akan sepenuhnya timbal balik dari pihak kita. Jadi saya sangat menantikan diskusi kita,” kata Turmp, kepada Xi.


Pertemuan tertutup antara Trump dan Xi berlangsung lebih dari 2 jam.*

×
Berita Terbaru Update