Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Presiden Kolombia Petro Lolos dari Pembunuhan, Helikopter Nyaris Ditembak

Selasa, 10 Februari 2026 | Februari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-11T04:58:58Z

Narasi Indonesia.com, Jakarta - Presiden Kolombia Gustavo Petro lolos dari percobaan pembunuhan saat bepergian menggunakan helikopter bersama anak-anaknya. Helikopternya tidak bisa mendarat di tujuan, yakni pantai Karibia, karena kekhawatiran beberapa orang tak dikenal akan menembak.


"Tadi malam, saya tidak bisa mendarat karena saya diberitahu bahwa mereka akan menembak helikopter yang saya tumpangi bersama putri-putri saya," kata Petro, Selasa (10/2/2026), dalam laporan yang disiarkan stasiun Radio Nasional Kolombia, dikutip pada laman resmi inews.id.


Berbicara dalam pertemuan Dewan Menteri di Provinsi Cordoba, Petro mengatakan terpaksa mengubah rencana perjalanan secara drastis karena ancaman terhadap keselamatannya. Dia sedianya meninjau lokasi banjir besar di wilayah pesisir Kolombia. 


“Saya berusaha menghindari pembunuhan. Itulah mengapa saya tidak bisa tiba tepat waktu tadi malam, karena saya tidak bisa mendarat di tempat yang telah saya tentukan. Pagi ini, saya juga tidak bisa mendarat di tempat seharusnya karena ada informasi bahwa helikopter akan ditembak,” katanya, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera, Rabu (11/2/2026).


Petro mengatakan, helikopternya terpaksa terbang ke laut lepas selama beberapa jam hingga akhirnya mendarat di lokasi berbeda. Rute penerbangan pulangnya pun diubah.


“Kepala negara menegaskan, peristiwa ini membuatnya tetap dalam keadaan siaga terus-menerus dan mengaitkannya dengan tindakan lain yang, menurutnya, terjadi sejak Oktober tahun lalu,” demikian laporan radio.


Petro sebelumnya melaporkan upaya pembunuhan lain terhadap dirinya pada 2024. Dia mengklaim kartel perdagangan narkoba telah mengincarnya sejak menjabat sebagai presiden pada Agustus 2022.


Aida Quilcue, senator yang juga aktivis masyarakat adat dan HAM, diculik di siang bolong oleh kelompok tak dikenal di Cauca. Wilayah itu merupakan penghasil koka yang dilanda konflik. Sebagian besar wilayah itu dikendalikan oleh para pembangkang dari tentara pemberontak FARC yang sekarang telah dibubarkan.


Pria 53 tahun itu diculik saat bepergian menggunakan mobil bersama dua pengawal.


Anggota unit pengawal adat menemukan kendaraan tersebut, namun tak ada seorang pun di dalamnya.


Petro memperingatkan para penculik untuk membebaskan Quilcue atau berisiko melanggar batas. Tak lama kemudian, Menteri Pertahanan Kolombia mengumumkan senator dan pengawalnya telah dibebaskan.*

×
Berita Terbaru Update