Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PBSI Sengaja Tak Turunkan Full Team di BATC 2026, Ini Dampaknya

Minggu, 08 Februari 2026 | Februari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-09T01:08:09Z


Narasi Indonesia.com, Jakarta - PBSI sengaja tidak menurunkan kekuatan penuh di Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 Keputusan itu sebagai bagian dari strategi jangka menengah menuju Piala Thomas dan Uber, meski hasil tim putra gagal mencapai target final dan tim putri meraih medali perunggu sesuai sasaran.


Langkah tim beregu Indonesia di BATC 2026 sama-sama terhenti di babak semifinal. Tim putri yang diperkuat Siti Fadia Silva Ramadhanti dkk kalah 1-3 dari Korea Selatan, sementara tim putra yang diisi Anthony Sinisuka Ginting cs takluk 1-3 dari Jepang.


Indonesia menutup turnamen dengan dua medali perunggu. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan sejak awal BATC 2026 tidak semata ditargetkan sebagai ajang perburuan gelar. Turnamen ini diposisikan sebagai bagian dari pemetaan kekuatan dan regenerasi tim nasional, dikutip pada laman resmi inews.id.


Dari sektor putri, PBSI menilai target tercapai. Medali perunggu dianggap selaras dengan proyeksi federasi dan memberi gambaran stabilitas tim menuju Piala Uber 2026.


Eng Hian memberi perhatian khusus kepada Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Ester Nurumi Tri Wardoyo. Performa keduanya dinilai memberi sinyal positif terkait kesiapan pemain muda bersaing di level Asia.


“Dari sisi target, saya mengapresiasi pencapaian beregu putri yang berhasil meraih medali perunggu sesuai dengan target yang dicanangkan. Penampilan apik Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan kembalinya Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan performa yang bagus juga menjadi hal positif yang bisa menjadi penilaian dan pertimbangan kami untuk persiapan ke Piala Uber,” kata Eng Hian dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).


Tim Putra Jadi Bahan Evaluasi Dini PBSI

Hasil berbeda datang dari sektor putra. PBSI sejak awal memasang target final, namun langkah tim Merah Putih terhenti di semifinal. Kondisi ini membuat sektor putra masuk daftar evaluasi prioritas federasi.


“Untuk beregu putra hasil ini tentunya tidak sesuai target, karena target kami adalah mereka bisa mencapai babak final. Penampilan beberapa pemain belum sesuai harapan, tentunya ini akan menjadi evaluasi untuk mendongkrak performa beregu putra jelang Piala Thomas,” tutur Eng Hian.


Evaluasi difokuskan pada konsistensi performa pemain, kesiapan mental saat laga krusial, serta efektivitas strategi dalam format pertandingan beregu.


Eng Hian menjelaskan keputusan tidak menurunkan full team di BATC 2026 diambil secara sadar. PBSI memberi ruang lebih besar kepada pemain muda untuk merasakan atmosfer turnamen beregu internasional.


“Keikutsertaan di BATC kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Thomas dan Uber Cup. Karena itu, kami tidak menurunkan full team, melainkan memberi kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda. Tujuannya untuk melihat kesiapan mereka di level turnamen beregu internasional, sekaligus sebagai bahan evaluasi sebelum menyusun tim Thomas dan Uber Cup, baik dari sisi performa individu, mental bertanding, maupun strategi tim,” paparnya.


Selain aspek teknis, BATC 2026 juga memberi dampak pada pengumpulan poin peringkat dunia. Atlet yang diturunkan tetap memperoleh tambahan poin ranking, faktor penting dalam penentuan komposisi tim ke depan.


“Selain aspek evaluasi, BATC juga penting untuk menambah poin peringkat dunia, karena atlet yang diturunkan di turnamen beregu ini tetap mendapatkan tambahan poin ranking,” pungkas Eng Hian.*

×
Berita Terbaru Update