Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketika Trump Tak Mau Lawan Prabowo

Jumat, 20 Februari 2026 | Februari 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-20T21:11:22Z

Narasi Indonesia.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pujian terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto, saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis (19/2/2026) pagi waktu setempat. 


Dalam forum perdana tingkat kepala negara itu, Trump menyebut Prabowo sebagai pemimpin kuat dan sosok yang dihormati banyak pihak.


Momen ini terjadi ketika Trump menyapa satu per satu kepala negara yang hadir dalam forum tersebut.


Saat memanggil nama Presiden Prabowo, Trump menyampaikan kesan pribadinya di hadapan para pemimpin dunia.


“Sosok yang sangat saya sukai tentunya pemimpin yang kuat, saya tak ingin melawan dia, Presiden Republik Indonesia Prabowo, terima kasih,” kata Trump, dikutip dari Antara. Trump kembali menegaskan kekagumannya terhadap Prabowo dalam kesempatan yang sama.


“Inilah seorang pria yang amat saya sukai, dia adalah pria yang sangat tangguh, saya tak ingin berkelahi dengannya,” ujar Trump. Ia juga menyinggung besarnya Indonesia sebagai negara yang dipimpin Prabowo.


“Presiden Prabowo, dia sosok yang besar. Saya sempat bertanya kepada dia, 'Ada berapa populasi Indonesia? Dia menjawab ada 240 juta, no, no, katakan lagi, 240 juta jiwa, negara Anda, negara yang besar.' Anda telah bekerja sangat baik, dan Anda dihormati oleh semua orang. Terima kasih telah hadir, terima kasih Pak Presiden,” ucap Trump. Trump menilai jumlah penduduk tersebut menunjukkan Indonesia merupakan negara besar dengan tanggung jawab besar, dan Prabowo dinilai mampu menjalankan peran tersebut.


Menanggapi pujian itu, Prabowo yang duduk di barisan depan tampak berdiri dan menyampaikan apresiasi atas sambutan Trump. Dalam forum tersebut, Prabowo hadir mengenakan kopiah hitam dan menempati kursi barisan depan. Ia duduk diapit Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan. Sebelum acara dimulai, Prabowo sempat berbincang dengan kedua pemimpin tersebut. Sejumlah negara anggota Board of Peace turut hadir dalam KTT tersebut, antara lain Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Hongaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.


Pidato pembuka Trump Dalam pidato pembukaannya, Trump juga menyoroti kontribusinya dalam upaya perdamaian di sejumlah wilayah konflik. Ia memberikan pujian kepada beberapa pemimpin lain, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.


Setelah menyapa para pemimpin negara anggota, Trump menjelaskan Board of Peace dibentuk untuk mendorong terciptanya perdamaian di Gaza, Palestina. Pada kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada sejumlah negara yang telah menyumbang total hingga 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 118 triliun untuk paket bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza melalui Board of Peace.


Negara-negara tersebut antara lain Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait. Trump juga menyebut Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, dan Kazakhstan telah berkomitmen menyiapkan pasukan guna membantu memulihkan situasi di Gaza.


Amerika Serikat turut diumumkan akan menyumbang 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 168 triliun untuk Board of Peace. Rangkaian kegiatan KTT meliputi pembukaan oleh Trump, pemaparan tokoh-tokoh kunci Dewan Perdamaian, penyampaian pernyataan nasional para pemimpin negara anggota termasuk Prabowo, hingga pemungutan suara dan penetapan resolusi.*


Sumber : (kompas.com)

×
Berita Terbaru Update