Narasi
Indonesia.com- BIMA, NTB – Upaya meningkatkan
kualitas pelayanan Posyandu di Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten
Bima, Nusa Tenggara Barat, mulai memasuki era digital. Kader Posyandu kini
mulai memanfaatkan sistem digital SMART-STUNTING untuk membantu proses
pencatatan dan pengelolaan data bayi serta ibu hamil.
Program
ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun
Pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Penerapan
teknologi tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat
(PKM) berjudul “Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Penerapan Sistem Digital
SMART-STUNTING di Desa Bumi Pajo, Kabupaten Bima, NTB” yang dilaksanakan
oleh tim pengabdian dari perguruan tinggi.
Program
ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mitra terhadap sistem pengelolaan data
Posyandu yang lebih terstruktur. Sebelum adanya penerapan sistem digital,
pengelolaan data Posyandu masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam
proses pencatatan, penyimpanan, pengelolaan, dan pemanfaatan data.
Dalam
pelaksanaan program, Ketua Tim Fathir, M.Kom didampingi Alkhair, M.Kes sebagai
anggota tim serta Sudarmin, M.Pd, dosen Universitas Nggusu Waru. Kegiatan juga
melibatkan lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima yang turut membantu
pelaksanaan program di lapangan. Mitra dalam kegiatan ini adalah Posyandu Posko
Mekar Desa Bumi Pajo, dengan kader Posyandu sebagai pengguna utama sistem yang
dikembangkan.

Berdasarkan
kondisi tersebut, tim PKM mengembangkan SMART-STUNTING sebagai sistem digital
yang disesuaikan dengan kebutuhan kader. Sebelum sistem diterapkan, tim peneliti
terlebih dahulu melakukan observasi dan sosialisasi kepada mitra. Sosialisasi
dilakukan untuk memperkenalkan tujuan program, manfaat digitalisasi data, serta
penggunaan SMART-STUNTING. Setelah sistem selesai dikembangkan, kader mulai
mendapatkan pendampingan dalam penggunaan aplikasi. Pada tahap implementasi,
kader telah mulai menggunakan sistem untuk melakukan input data bayi dan ibu
hamil. Implementasi tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam
pelaksanaan program karena menunjukkan bahwa teknologi yang dikembangkan telah
mulai digunakan secara langsung oleh masyarakat.
Melalui
SMART-STUNTING, data yang sebelumnya membutuhkan proses pencatatan secara
manual mulai diarahkan ke dalam sistem digital sehingga lebih terstruktur dan
mudah dikelola.
Tidak
Hanya Mengembangkan Teknologi
Menurut Ketua
Tim, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari tersedianya sistem, tetapi
juga dari kemampuan mitra dalam menggunakan teknologi tersebut secara mandiri. Karena
itu, kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi,
sosialisasi, pengembangan sistem, implementasi, hingga pendampingan kader.
Kader
juga dilibatkan secara aktif selama proses implementasi. Mereka diberikan
kesempatan untuk mencoba sistem secara langsung, melakukan input data, serta
memberikan masukan terhadap penggunaan sistem. Pendekatan tersebut diharapkan
dapat meningkatkan kapasitas kader sekaligus membantu Posyandu dalam melakukan
pengelolaan data secara lebih sistematis.
Pelaksanaan
PKM juga menjadi bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menerapkan
ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Fathir, M.Kom sebagai dosen
bidang Ilmu Komputer berperan dalam pengembangan dan penerapan teknologi.
Sementara Alkhair, M.Kes dan Sudarmin, M.Pd turut memperkuat pelaksanaan
kegiatan dari perspektif kesehatan dan pendidikan. Mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Bima juga terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, terutama dalam
membantu proses implementasi dan pendampingan di lapangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat
sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan
keilmuan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. SMART-STUNTING
dikembangkan sebagai sistem informasi sederhana untuk membantu kader dalam
melakukan pencatatan dan pengelolaan data Posyandu. Dalam tahap implementasi
saat ini, sistem telah digunakan untuk input data bayi dan ibu hamil.
Program ini juga menargetkan peningkatan kemampuan manajemen kader dan kualitas pelayanan sebagai bagian dari peningkatan keberdayaan mitra. Program SMART-STUNTING diharapkan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung pengelolaan data Posyandu sekaligus memperkuat kapasitas kader di Desa Bumi Pajo. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, mahasiswa, kader Posyandu, dan masyarakat, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pelayanan Posyandu yang lebih tertata, berbasis data, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Editor:
(m/NI)