Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dosen Universitas Muhammadiyah Bima Terapkan SMART-STUNTING, Kader Posyandu Bumi Pajo Mulai Beralih ke Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-14T09:28:36Z

 

Narasi Indonesia.com- BIMA, NTB Upaya meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mulai memasuki era digital. Kader Posyandu kini mulai memanfaatkan sistem digital SMART-STUNTING untuk membantu proses pencatatan dan pengelolaan data bayi serta ibu hamil.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul “Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Penerapan Sistem Digital SMART-STUNTING di Desa Bumi Pajo, Kabupaten Bima, NTB” yang dilaksanakan oleh tim pengabdian dari perguruan tinggi.


Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mitra terhadap sistem pengelolaan data Posyandu yang lebih terstruktur. Sebelum adanya penerapan sistem digital, pengelolaan data Posyandu masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam proses pencatatan, penyimpanan, pengelolaan, dan pemanfaatan data.


Dalam pelaksanaan program, Ketua Tim Fathir, M.Kom didampingi Alkhair, M.Kes sebagai anggota tim serta Sudarmin, M.Pd, dosen Universitas Nggusu Waru. Kegiatan juga melibatkan lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima yang turut membantu pelaksanaan program di lapangan. Mitra dalam kegiatan ini adalah Posyandu Posko Mekar Desa Bumi Pajo, dengan kader Posyandu sebagai pengguna utama sistem yang dikembangkan.


Program PKM ini berawal dari hasil observasi terhadap kondisi pelayanan Posyandu di Desa Bumi Pajo. Salah satu kebutuhan yang ditemukan adalah perlunya penguatan pengelolaan data Posyandu agar proses pencatatan dan penyimpanan data dapat dilakukan secara lebih terstruktur.


 

 

Berdasarkan kondisi tersebut, tim PKM mengembangkan SMART-STUNTING sebagai sistem digital yang disesuaikan dengan kebutuhan kader. Sebelum sistem diterapkan, tim peneliti terlebih dahulu melakukan observasi dan sosialisasi kepada mitra. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan tujuan program, manfaat digitalisasi data, serta penggunaan SMART-STUNTING. Setelah sistem selesai dikembangkan, kader mulai mendapatkan pendampingan dalam penggunaan aplikasi. Pada tahap implementasi, kader telah mulai menggunakan sistem untuk melakukan input data bayi dan ibu hamil. Implementasi tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam pelaksanaan program karena menunjukkan bahwa teknologi yang dikembangkan telah mulai digunakan secara langsung oleh masyarakat.


Melalui SMART-STUNTING, data yang sebelumnya membutuhkan proses pencatatan secara manual mulai diarahkan ke dalam sistem digital sehingga lebih terstruktur dan mudah dikelola.


Tidak Hanya Mengembangkan Teknologi


Menurut Ketua Tim, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari tersedianya sistem, tetapi juga dari kemampuan mitra dalam menggunakan teknologi tersebut secara mandiri. Karena itu, kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi, sosialisasi, pengembangan sistem, implementasi, hingga pendampingan kader.


Kader juga dilibatkan secara aktif selama proses implementasi. Mereka diberikan kesempatan untuk mencoba sistem secara langsung, melakukan input data, serta memberikan masukan terhadap penggunaan sistem. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader sekaligus membantu Posyandu dalam melakukan pengelolaan data secara lebih sistematis.



Pelaksanaan PKM juga menjadi bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Fathir, M.Kom sebagai dosen bidang Ilmu Komputer berperan dalam pengembangan dan penerapan teknologi. Sementara Alkhair, M.Kes dan Sudarmin, M.Pd turut memperkuat pelaksanaan kegiatan dari perspektif kesehatan dan pendidikan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima juga terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, terutama dalam membantu proses implementasi dan pendampingan di lapangan.


Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan keilmuan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. SMART-STUNTING dikembangkan sebagai sistem informasi sederhana untuk membantu kader dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan data Posyandu. Dalam tahap implementasi saat ini, sistem telah digunakan untuk input data bayi dan ibu hamil.


Program ini juga menargetkan peningkatan kemampuan manajemen kader dan kualitas pelayanan sebagai bagian dari peningkatan keberdayaan mitra. Program SMART-STUNTING diharapkan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung pengelolaan data Posyandu sekaligus memperkuat kapasitas kader di Desa Bumi Pajo. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, mahasiswa, kader Posyandu, dan masyarakat, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pelayanan Posyandu yang lebih tertata, berbasis data, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. 


Editor: 

(m/NI)

×
Berita Terbaru Update