Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

NU Terima Penghargaan 'Nobel Perdamaian Asia' Zayed Award 2024 di Abu Dhabi

Selasa, 06 Februari 2024 | Februari 06, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-06T18:38:15Z

Ketum PB NU terima penghargaan  Zayed Award for Human Fraternity 2024 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (dok. istimewa)

Narasi Indonesia.com, JAKARTA-Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menerima penghargaan Zayed Award for Human Fraternity 2024 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Senin (5/2/2024) malam waktu setempat. Penghargaan tersebut semacam Nobel Perdamaian-nya Asia.


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir datang secara langsung untuk menerima penghargaan tersebut.


Gus Yahya menerima cenderamata dari Yuliva Hariaty, Petani Yogyakarta, sedangkan Haedar menerima cenderamata penghargaan dari Khunifatuna, pemimpin persatuan difabel di Yogyakarta.


Menurut dewan juri, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang berperan penting dalam bidang kemanusiaan, serta upaya membangun perdamaian di tingkat nasional, regional, dan internasional.


Sebagai informasi, NU dinilai sebagai organisasi berperan dalam memimpin pembangunan masyarakat di Indonesia dengan pendanaan sekolah, rumah sakit, dan proyek pengentasan kemiskinan.


NU telah menyelenggarakan dan memimpin beberapa konferensi antaragama dan antar-budaya termasuk konferensi Islam Asia-Afrika dan konferensi dunia tentang agama dan perdamaian. 


Upaya diplomatiknya juga membantu mengamankan pembebasan sandera Korea Selatan yang ditahan oleh pejuang Taliban di Afghanistan pada tahun 2007.


NU, menurut pandangan dewan juri, memainkan peran utama dalam memelopori perdamaian global dan upaya diplomatik. 


NU telah menyelenggarakan dan memimpin beberapa konferensi antaragama dan antar-budaya termasuk Konferensi Islam Asia-Afrika dan konferensi dunia tentang agama dan perdamaian.


Upaya diplomatiknya juga membantu mengamankan pembebasan sandera Korea Selatan yang ditahan oleh pejuang Taliban di Afghanistan pada tahun 2007.*


Sumber: nuonline_id

×
Berita Terbaru Update