![]() |
Suasana kegiatan tampak semarak. Para mahasiswa baru mengenakan seragam hitam putih yang dipadukan dengan sarung tenun khas Bima yang dibawa dari rumah masing-masing. Sementara itu, panitia pelaksana tampil mengenakan jas almamater berwarna merah marun sebagai identitas kebanggaan kampus Taman Siswa Bima.
Ketua Panitia PKKMB 2026, Amrin, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari proses pengenalan kehidupan kampus yang wajib dilaksanakan bagi mahasiswa baru.
Menurutnya, PKKMB tidak sekadar menjadi seremoni penyambutan, tetapi juga menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk memahami lingkungan akademik, budaya kampus, serta nilai-nilai yang dikembangkan STKIP Taman Siswa Bima.
“PKKMB ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Tujuannya untuk membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dasar mengenai dunia akademik secara umum, dan lebih khusus lagi tentang STKIP Taman Siswa Bima,” jelas Amrin saat diwawancarai jurnalis.
Ia menambahkan, panitia juga menghadirkan sejumlah pemateri dari luar kampus, mulai dari tokoh akademisi, penyelenggara pemilu, hingga unsur penegak hukum.
“Kami juga sudah mengundang pemateri dari luar kampus supaya ada inovasi dan perspektif baru bagi mahasiswa baru. Harapannya, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang perkuliahan, tetapi juga memahami dinamika kehidupan sosial, kebangsaan, dan dunia profesional,” tambahnya.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun, M.Si., turut hadir menyambut langsung ratusan mahasiswa baru. Dengan ciri khas topi fedora klasik dan balutan batik khas Taman Siswa, ia hadir didampingi jajaran pejabat fungsionaris kampus.
Dalam sambutannya, Ibnu Khaldun memberikan arahan sekaligus menyampaikan pesan pendidikan melalui pemutaran video pendek yang mengandung nilai edukasi, kebersamaan, dan pentingnya membangun sikap saling membantu antarmahasiswa.
“Bagi para mahasiswa baru, selamat datang dan selamat bergabung bersama kami di STKIP Taman Siswa Bima. Selamat berproses serta tetap menjaga keharmonisan antara sesama,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar STKIP Taman Siswa Bima ke depan dapat terus berkembang menjadi kampus peradaban dan pusat pengetahuan di Nusa Tenggara Barat, sekaligus berkontribusi dalam mendorong kemajuan pendidikan hingga ke tingkat internasional.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi awal bagi manusia untuk mengubah pola pikir, membangun karakter, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
Melalui PKKMB 2026, STKIP Taman Siswa Bima diharapkan mampu menanamkan semangat growth mindset kepada mahasiswa baru, sehingga mereka tidak hanya tumbuh sebagai insan akademis, tetapi juga menjadi generasi yang beradab, adaptif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.*
(m/NI)
