Narasi Indonesia.com, Jakarta - Perundingan damai Amerika Serikat (AS)-Iran di Islamabad, Pakistan, Jumat (10/4/2026) akan berlangsung tertutup. Pertemuan delegasi kedua negara akan membahas upaya untuk menghentikan konflik secara permanen.
Presiden AS Donald Trump memastikan pembicaraan akan digelar tertutup dan hanya satu kelompok poin bermakna bisa diterima oleh negaranya.
Dia tidak memberikan penjelasan rinci mengenai poin-poin tersebut.
“Ini adalah poin-poin yang menjadi dasar kesepakatan gencatan senjata. Ini adalah sesuatu yang masuk akal, serta bisa dengan mudah diabaikan,” katanya, dalam posting-an di akun Truth Social, dikutip Kamis (9/4/2026), dikutip pada laman resmi inews.id.
Dalam kesempatan terpisah, Trump berharap pembicaraan akan dimulai pada 10 April serta berjalan sangat cepat.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mengatakan, delegasi AS dan Iran akan bertemu di Islamabad pada 10 April setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata 2 minggu.
Dalam posting-an di media sosial, Trump juga mengancam akan melaporkan individu-individu yang dia tuduh menyebarkan berbagai laporan berisi bukan bagian dari perjanjian gencatan senjata. Dia tidak menyebutkan siapa maupun latar belakang individu tersebut.*
