Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MUI Minta Warga Hormati Perbedaan Awal Puasa: Jangan Rusak Persaudaraan

Selasa, 17 Februari 2026 | Februari 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-18T03:18:03Z

Narasi Indonesia.com, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar mengatakan perbedaan awal dan akhir Ramadan merupakan suatu keniscayaan. Anwar menilai menjaga kerukunan umat muslim adalah hal yang lebih penting untuk dilakukan.


Anwar menjelaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dalam keilmuan Islam. Ia juga menegaskan perbedaan awal Ramadan tidak menyangkut prinsip akidah.


"Perbedaan itu adalah keniscayaan karena sifatnya ijtihadi dan teknis. Karena itu, kemungkinan memulai atau mengakhiri puasa berbeda bisa saja terjadi. Namun yang paling penting adalah menjaga keutuhan sebagai umat Islam dengan saling memahami dan saling menghormati," ujar Anwar dikutip, Rabu (18/2/2026), dikutip pada laman resmi inews.id.


Menurutnya, selama hal tersebut tidak menyentuh prinsip dasar keimanan, perbedaan justru menjadi bagian dari kekayaan ilmu dan tradisi intelektual Islam.


"Mari kita berusaha sekuat tenaga menyempurnakan ibadah selama bulan Ramadan ini agar kualitas iman dan takwa kita semakin meningkat," tambah Anwar.


Anwar turut mengimbau masyarakat non-muslim untuk bersama-sama menjaga suasana saling menghormati, khususnya terhadap umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Hal ini diharapkan membuat suasana Ramadan berlangsung dengan khusyuk dan penuh kedamaian.


"Secara syariat, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang tidak dibenarkan agama. Jangan sampai secara lahir puasa, tetapi secara hakikat ternodai oleh sikap yang merusak persaudaraan," tandas dia.*


 

×
Berita Terbaru Update