Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Industri Kreatif Sari Lontar Keramas: Pelatihan Akuntansi Biaya, Literasi Digital, dan Strategi Pemasaran Berkelanjutan oleh Universitas Warmadewa

Kamis, 10 September 2026 | September 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T14:22:28Z

 


Narasi Indonesia. com, Gianyar, BALI – Universitas Warmadewa memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha berbasis potensi lokal melalui program Pengabdian kepada Masyarakat pada Komunitas Industri Sari Lontar Keramas di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.


Program tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan strategi pemasaran. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan.


Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Dr. Ni Made Rai Juniariani, S.E., M.Si. selaku ketua tim dari Universitas Warmadewa. Ia didampingi Dr. Ade Ruly Sumartini, S.E., M.M. dari Universitas Warmadewa serta Nyoman Yudha Astriayu Widyari, S.E., M.Si. dari Universitas Mahasaraswati.


Komunitas Industri Sari Lontar Keramas merupakan kelompok usaha kreatif yang memanfaatkan daun lontar sebagai bahan utama berbagai produk bernilai budaya dan ekonomi. Produk yang dihasilkan antara lain topi lontar, tikar, tas anyaman, tutup cangkir, dan wadah serbaguna.


Usaha yang dirintis sejak 2020 tersebut terus menunjukkan perkembangan. Jumlah anggotanya meningkat dari tiga orang menjadi 12 orang, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 100 hingga 300 unit setiap bulan.


Melalui program pemberdayaan ini, tim pengabdian Universitas Warmadewa memberikan pendampingan terpadu pada aspek produksi, manajemen keuangan, dan pemasaran digital. Pada bidang produksi, mitra memperoleh dukungan teknologi tepat guna berupa mesin jahit industri, mesin jahit portabel multifungsi, serta mesin pemotong daun lontar.


Penggunaan peralatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi kerja, kualitas produk, dan kapasitas produksi. Tim pengabdian juga menyusun rancangan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi yang mencakup tahapan persiapan bahan, pengolahan daun lontar, penganyaman, perakitan, hingga penyelesaian akhir produk.


Pada aspek manajemen usaha, pelaku UMKM diberikan pelatihan akuntansi biaya produksi. Materi pelatihan meliputi pencatatan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya pendukung, serta penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP).


Selain itu, mitra didampingi dalam menyusun buku kas, kartu biaya produksi, laporan laba rugi, dan laporan arus kas sederhana. Penerapan pencatatan keuangan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menentukan harga jual secara tepat berdasarkan informasi biaya yang akurat.


Penguatan kapasitas usaha juga diarahkan pada transformasi digital. Mitra memperoleh pelatihan penggunaan WhatsApp Business, Instagram, Facebook, dan lokapasar atau marketplace sebagai sarana pemasaran.


Tim turut memberikan pendampingan dalam pembuatan foto dan video produk serta penyusunan strategi promosi digital. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar kerajinan lontar.


Pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola usaha secara lebih terstruktur. Komunitas Industri Sari Lontar Keramas mulai menerapkan sistem produksi yang lebih tertata, memahami pentingnya pencatatan biaya, mampu menghitung HPP, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.


Melalui kegiatan ini, Universitas Warmadewa juga memperkuat kemitraan berkelanjutan dengan Sari Lontar Keramas sebagai UMKM binaan. Pendampingan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang diberikan dapat diterapkan secara konsisten dalam pengembangan usaha.


Program tersebut diharapkan mampu mendorong Sari Lontar Keramas menjadi usaha kreatif berbasis budaya lokal yang semakin inovatif, mandiri, dan berdaya saing. Di sisi lain, pengembangan produk kerajinan lontar juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan potensi alam dan warisan budaya masyarakat Bali.


Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan terhadap pelaksanaan program tersebut.


Apresiasi juga disampaikan kepada Universitas Warmadewa, jajaran pimpinan, Komunitas Industri Sari Lontar Keramas, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sehingga program pemberdayaan masyarakat tersebut dapat terlaksana dengan baik.


Editor:

(m/NI)

×
Berita Terbaru Update