Narasi
Indonesia. com, Gianyar, BALI – Universitas
Warmadewa memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha berbasis potensi
lokal melalui program Pengabdian kepada Masyarakat pada Komunitas Industri Sari
Lontar Keramas di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.
Program
tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, pengelolaan keuangan,
pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan strategi pemasaran.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis
secara lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan
pengabdian dipimpin oleh Dr. Ni Made Rai Juniariani, S.E., M.Si. selaku ketua
tim dari Universitas Warmadewa. Ia didampingi Dr. Ade Ruly Sumartini, S.E.,
M.M. dari Universitas Warmadewa serta Nyoman Yudha Astriayu Widyari, S.E.,
M.Si. dari Universitas Mahasaraswati.
Komunitas
Industri Sari Lontar Keramas merupakan kelompok usaha kreatif yang memanfaatkan
daun lontar sebagai bahan utama berbagai produk bernilai budaya dan ekonomi.
Produk yang dihasilkan antara lain topi lontar, tikar, tas anyaman, tutup
cangkir, dan wadah serbaguna.
Usaha yang
dirintis sejak 2020 tersebut terus menunjukkan perkembangan. Jumlah anggotanya
meningkat dari tiga orang menjadi 12 orang, dengan kapasitas produksi mencapai
sekitar 100 hingga 300 unit setiap bulan.
Melalui program
pemberdayaan ini, tim pengabdian Universitas Warmadewa memberikan pendampingan
terpadu pada aspek produksi, manajemen keuangan, dan pemasaran digital. Pada
bidang produksi, mitra memperoleh dukungan teknologi tepat guna berupa mesin
jahit industri, mesin jahit portabel multifungsi, serta mesin pemotong daun
lontar.
Penggunaan
peralatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi kerja, kualitas
produk, dan kapasitas produksi. Tim pengabdian juga menyusun rancangan Standar
Operasional Prosedur (SOP) produksi yang mencakup tahapan persiapan bahan,
pengolahan daun lontar, penganyaman, perakitan, hingga penyelesaian akhir
produk.
Pada aspek
manajemen usaha, pelaku UMKM diberikan pelatihan akuntansi biaya produksi.
Materi pelatihan meliputi pencatatan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,
biaya pendukung, serta penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP).
Selain itu,
mitra didampingi dalam menyusun buku kas, kartu biaya produksi, laporan laba
rugi, dan laporan arus kas sederhana. Penerapan pencatatan keuangan tersebut
diharapkan membantu pelaku usaha menentukan harga jual secara tepat berdasarkan
informasi biaya yang akurat.
Penguatan
kapasitas usaha juga diarahkan pada transformasi digital. Mitra memperoleh
pelatihan penggunaan WhatsApp Business, Instagram, Facebook, dan lokapasar atau
marketplace sebagai sarana pemasaran.
Tim turut
memberikan pendampingan dalam pembuatan foto dan video produk serta penyusunan
strategi promosi digital. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas
produk sekaligus memperluas jangkauan pasar kerajinan lontar.
Pelaksanaan
program menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola usaha secara
lebih terstruktur. Komunitas Industri Sari Lontar Keramas mulai menerapkan
sistem produksi yang lebih tertata, memahami pentingnya pencatatan biaya, mampu
menghitung HPP, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan
pemasaran.
Melalui
kegiatan ini, Universitas Warmadewa juga memperkuat kemitraan berkelanjutan
dengan Sari Lontar Keramas sebagai UMKM binaan. Pendampingan lanjutan akan
dilakukan untuk memastikan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang
diberikan dapat diterapkan secara konsisten dalam pengembangan usaha.
Program
tersebut diharapkan mampu mendorong Sari Lontar Keramas menjadi usaha kreatif
berbasis budaya lokal yang semakin inovatif, mandiri, dan berdaya saing. Di
sisi lain, pengembangan produk kerajinan lontar juga menjadi bagian dari upaya
menjaga keberlanjutan potensi alam dan warisan budaya masyarakat Bali.
Tim Pengabdian
kepada Masyarakat Universitas Warmadewa menyampaikan apresiasi kepada
Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan terhadap
pelaksanaan program tersebut.
Apresiasi juga
disampaikan kepada Universitas Warmadewa, jajaran pimpinan, Komunitas Industri
Sari Lontar Keramas, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sehingga
program pemberdayaan masyarakat tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Editor:
(m/NI)