Narasi Indonesia.com, Jakarta - Kaukus Parlemen Perdamaian Dunia (World Peace Parliamentary Caucus/WPPC) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan kunjungan diplomatik ke Kedutaan Besar Rusia di Indonesia dalam rangka memperkuat dialog dan kerja sama untuk perdamaian global, pada Selasa (23/6/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya lanjutan WPPC dalam membangun diplomasi parlemen yang berorientasi pada penyelesaian konflik secara damai melalui dialog lintas negara dan lintas kepentingan.
Ketua Kaukus Parlemen Perdamaian Dunia (WPPC), Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan bahwa pertemuan dengan Duta Besar Rusia berlangsung secara konstruktif dengan fokus pada pertukaran pandangan terkait berbagai tantangan geopolitik global.
“Kami berdiskusi secara konstruktif dengan Duta Besar Rusia, bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan geopolitik serta pentingnya memperkuat dialog sebagai jalan utama menuju penyelesaian konflik,” ujar Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Meski baru berdiri sekitar tiga bulan, WPPC telah memperoleh sambutan positif dari berbagai pihak. Dukungan tersebut datang dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), komunitas diplomasi, akademisi, hingga para pegiat perdamaian.
Menurut WPPC, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang kolaborasi lintas negara untuk memperjuangkan perdamaian semakin meningkat di tengah dinamika global yang kompleks.
Dalam kesempatan yang sama, WPPC juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional serta menghadirkan model diplomasi yang inklusif dan berbasis dialog.
Pertemuan berlangsung di Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, dan menjadi bagian dari agenda WPPC dalam memperkuat peran parlemen sebagai jembatan komunikasi antarbangsa.
“Kami meyakini bahwa parlemen memiliki peran strategis sebagai jembatan dialog antarbangsa. WPPC akan terus memperluas jejaring kerja sama internasional dan menghadirkan diplomasi yang inklusif, demi mewujudkan dunia yang lebih damai, adil, dan sejahtera bagi seluruh umat manusia,” tutupnya.*
(m/NI)
