Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Doli Tegaskan Aspirasi Mahasiswa Harus Bebas dari Intervensi Elite

Jumat, 26 Juni 2026 | Juni 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-26T18:57:06Z

Narasi Indonesia.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan agar elite tertentu yang tidak menyukai kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak memanfaatkan aksi demonstrasi mahasiswa untuk kepentingan politik.


Menurut Doli, gerakan mahasiswa merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang harus dijaga kemurniannya dari intervensi pihak-pihak yang memiliki agenda politik tertentu.


"Kalau misalnya ada elite tertentu pun ya, yang memang tidak suka dengan apa yang dikerjakan pemerintah dan kami semua saat ini gitu ya, ya jangan memanfaatkan situasi kemurniaan yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa itu," ujar Doli dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Kamis (25/6/2026).


Doli mengatakan, perbedaan pandangan terhadap pemerintah seharusnya disalurkan melalui mekanisme demokrasi, termasuk dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2029. Namun, ia tidak mengungkap secara gamblang siapa elite yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut.


"Jadi kalau nggak suka ya nanti tanding aja di 2029, kumpulkan uangnya, nanti untuk persiapan berikutnya ya kita adu gagasan, adu konsep, adu kebijakan, adu program mana yang didukung oleh rakyat," tegasnya.


Ia juga meminta agar mahasiswa tidak dijadikan alat dalam persaingan politik.


"Jadi jangan juga kemudian mengganggu adik-adik mahasiswa yang sedang memang mereka mengerjakan itu sebagai mahasiswa," kata Doli.


Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyinggung soal dugaan adanya pihak yang membiayai aksi demonstrasi yang mengkritik kebijakan pemerintah. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Pekan Nasional Petani dan Nelayan di Gorontalo, Rabu (24/6), Prabowo mengaku mengetahui pihak yang berada di balik pendanaan aksi tersebut.


"Hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu," ujar Prabowo.


Presiden juga mengklaim terdapat peserta aksi yang tidak memahami tujuan demonstrasi dan hanya mengikuti kegiatan tersebut karena menerima bayaran.


"Ditanya anak-anak (yang melakukan) demo nggak ngerti. Mau demo apa yaa? Kami dibayar Rp200.000," ucapnya.


Pernyataan Doli maupun Presiden Prabowo tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aksi demonstrasi mahasiswa yang mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.*


(m/NI)


 

×
Berita Terbaru Update