![]() |
“Itu bukan hanya Rupiah, berbagai currency (mata uang) lain kan demikian,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026), dikutip pada laman resmi inews.id.
Tekanan terhadap Rupiah sudah terlihat sejak sesi perdagangan siang hingga sore hari. Bahkan, pelemahan sempat menyentuh 75 poin sebelum akhirnya ditutup di Rp17.105 per dolar AS.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar Rupiah telah masuk dalam hitungan simulasi pemerintah. Purbaya menyatakan kondisi tersebut tidak serta-merta mengganggu postur belanja maupun penerimaan negara karena pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario cadangan.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak hanya terpaku pada satu angka asumsi, melainkan telah menaikkan parameter simulasi ke level tertentu untuk mengantisipasi gejolak pasar.
"Enggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu Rupiah-nya bukan Rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam itungan skenario," ujar Purbaya saat diskusi bersama media di kantin Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Meskipun mengakui adanya tekanan, Purbaya enggan membeberkan angka pasti asumsi Rupiah yang digunakan dalam simulasi terbaru pemerintah guna menghindari spekulasi pasar yang berlebihan.
"Tapi saya enggak bilang Rupiah-nya berapa. Kalau bilang, 'Oh kata Menteri Keuangan Rupiah ke sana,' kamu udah beli Dolar? Jadi kalau Rupiah kita serahkan ke Bank Sentral, ke ahlinyalah. Saya percaya dia bisa betulin," ucap Purbaya.*
