×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Putin Tiba di Korea Utara: Pertemuan Bersejarah dengan Kim Jong Un

Selasa, 18 Juni 2024 | Juni 18, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-06-19T04:34:07Z


Narasi aindonesia.com, JAKARTA-Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Korea Utara pada Rabu pagi, menandai kunjungan pertama seorang presiden Rusia ke negara tersebut dalam 24 tahun terakhir. Kedatangan Putin disambut langsung oleh Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un di Bandara Pyongyang, tepat sebelum fajar menyingsing, pada Rabu (19/6/2024).


Momen bersejarah ini ditayangkan secara langsung oleh televisi Rusia, memperlihatkan kedua pemimpin bersalaman dan berpelukan di atas karpet merah dalam kegelapan.


Setelah penyambutan hangat tersebut, iring-iringan mobil yang membawa Putin melaju menyusuri jalan-jalan Pyongyang yang dipasangi bendera-bendera Rusia. Kunjungan ini berlangsung di tengah ketegangan di Semenanjung Korea, di mana pasukan Korea Utara dan Korea Selatan baru saja terlibat perselisihan di perbatasan.


Moskow dan Pyongyang telah menjalin aliansi sejak berdirinya Korea Utara setelah Perang Dunia II, dan hubungan ini semakin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 yang membuat Putin terisolasi dari dunia Barat. Amerika Serikat dan sekutunya menuduh Korea Utara memasok senjata untuk Rusia, termasuk rudal balistik yang digunakan dalam konflik di Ukraina.


Meskipun Korea Utara membantah tuduhan tersebut, Putin dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Kim atas dukungan terhadap upaya perang Rusia di Ukraina.


"Kami sangat menghargai bahwa DPRK dengan tegas mendukung operasi militer khusus Rusia yang dilakukan di Ukraina," tulis Putin dalam artikel yang diterbitkan pada Selasa, 18 Juni 2024.


Setelah kedatangan Putin, KCNA melaporkan bahwa kedua pemimpin berbincang di bandara dan sepanjang perjalanan dengan iring-iringan mobil. "Melewati jalan-jalan Pyongyang yang terang benderang pada pagi hari, para pemimpin bertukar pikiran terpendam dan membuka pikiran mereka untuk lebih mengembangkan hubungan DPRK-Rusia," lapor KCNA. Media tersebut menambahkan bahwa kemitraan kedua negara adalah "mesin untuk mempercepat pembangunan dunia multi-kutub baru" dan kunjungan Putin menunjukkan persahabatan dan persatuan mereka yang tak terkalahkan dan kokoh.


Menurut keterangan dari Penasihat Kebijakan Luar Negeri Putin yang dikutip oleh Kantor Berita Rusia, Interfax, agenda kedua negara pada Rabu mencakup diskusi tatap muka, menghadiri konser gala, resepsi kenegaraan, pengawal kehormatan, penandatanganan dokumen, dan pernyataan kepada media. Putin dilaporkan melakukan perjalanan kali ini dengan sejumlah pejabat tinggi Rusia, termasuk Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.*


(m/NI)

×
Berita Terbaru Update