Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Armatim Minta Kapolri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Senin, 07 November 2022 | November 07, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-08T10:50:03Z

Aksi Damai Aremania Tuntut Kapolri

NarasiIndonesia.com–Suporter Arema FC atau Aremania yang tergabung di wilayah timur atau Arema Timur (Armatim) korwil Poncokusumu, Kabupaten Malang  menggelar aksi bungkam mulut di Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Senin (07/11/2022). 


Hal ini H. Erwan sampaikan dalam aksi bungkam supporter Arema Timur  menanggapi kasus berdarah stadion kanjuruhan yang tak kunjung selesai dan tidak menemukan titik terang. Kasus stadion kanjuruhan ini menjadi perhatian semua pihak hingga saat ini.  


Sebagaimana diketahui, tragedi Kanjuruhan telah menewaskan ratusan nyawa manusia meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami trauma psikis serta cedera. Kasus ini diduga ikut menyeret Irjen Pol. Nico Afinta. Saat itu, ia menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.


"Tragedi Kanjuruhan ini, bukan cuma persoalan Arema saja. Tapi persoalan bangsa sehingga perlu atensi khusus dari Presiden Joko Widodo agar persoalannya tidak berlarut-larut,"ungkap H.Erwan.


"Kami minta Presiden Joko Widodo turun tangan dan menuntut proses hukum yang adil dan terang benderang terkait dengan tragedi berdarah Kanjuruhan agar masyarakat tidak kecewa,"tegasnya.


Koordinator aksi Arema Timur, H. Erwan mengatakan aksi bungkam mulut massa aksi Armatim (Arema Timur) di Kabupaten Malang ini sebagai wujud protes kami terhadap presiden dan  Kapolri untuk  segera umumkan dan tetapkan dalang dibalik tragedi Kanjuruhan Malang.


“Jangan biarkan yang semestinya bertanggung jawab bersenang-senang. Sementara kami disini berduka,” ujarnya.


Lebih lanjut, mereka mempertanyakan kenapa hingga saat ini tersangka hanya 6 orang dan sama sekali tidak menyentuh orang yang harusnya bertanggung jawab seperti Kapolda Jawa Timur yang saat itu dijabat oleh Irjen Pol. Nico Afinta, dan ketum PSSI yang justru terlihat bersenang-senang saat bertemu presiden FIFA beberapa waktu lalu.


“Aksi tutup mulut ini, karena kami sudah lelah bicara, lelah turun kejalan teriak-teriak tapi kasus tragedi Kanjuruhan tetap tidak ada perkembangan,” ungkap koordinator aksi H. Erwan.


“Kami rindu keadilan pak,” tegasnya.*


DC/NI

×
Berita Terbaru Update