Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rektor IIM Surakarta Dorong Dosen Raih Gelar Doktor, PUSPENMA Kemenag Sosialisasikan Beasiswa dan Pendanaan Riset

Rabu, 21 Oktober 2026 | Oktober 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-22T02:43:46Z

 


Narasi Indonesia.com, Surakarta — Fakultas Tarbiyah Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi program beasiswa, bantuan penyelesaian studi, dan pendanaan riset Kementerian Agama Republik Indonesia, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan dua narasumber dari Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama RI, yakni Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag. dan Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med.


Mengusung tema “Optimalisasi Kesempatan Studi Lanjut melalui Program Bantuan Penyelesaian Studi S2 dan S3 Kementerian Agama RI”, kegiatan ini bertujuan memperluas akses informasi bagi dosen mengenai peluang pembiayaan studi lanjut, beasiswa non-gelar, serta pendanaan penelitian.


Rektor Dorong Peningkatan Kualifikasi Akademik Dosen

Rektor IIM Surakarta, Dr. Edy Muslimin, M.S.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya memanfaatkan program bantuan pendidikan Kementerian Agama untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen, khususnya pada jenjang doktor (S3).


Rektor menyampaikan apresiasi kepada Dr. Ruchman Basori dan Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., atas kesediaannya memberikan informasi langsung mengenai program pembiayaan pendidikan kepada sivitas akademika IIM Surakarta. Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh dosen yang sedang menempuh studi lanjut maupun yang merencanakan peningkatan kualifikasi akademik.


Menurut Rektor, peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor menjadi salah satu target pengembangan institusi. Upaya tersebut diharapkan turut memperkuat kualitas program studi, meningkatkan mutu akademik, serta mendukung peningkatan akreditasi di lingkungan IIM Surakarta.


Rektor juga mengajak dosen untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menindaklanjuti informasi yang diperoleh dengan mempersiapkan persyaratan serta merencanakan studi secara lebih terarah.


Ruchman Basori Paparkan Program Bantuan Studi S2 dan S3

Dalam pemaparannya, Kepala PUSPENMA Kementerian Agama RI, Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag., menjelaskan bahwa pemerintah terus mengembangkan dukungan pembiayaan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang agama dan keagamaan.


Ia menempatkan pengembangan sumber daya manusia berpendidikan tinggi sebagai salah satu kebutuhan strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Peningkatan jumlah lulusan magister dan doktor diharapkan memperkuat kapasitas perguruan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusi akademisi bagi masyarakat.


Ruchman memperkenalkan sejumlah program yang dikelola PUSPENMA, antara lain Beasiswa Unggulan Keagamaan, beasiswa pesantren, program gelar ganda (double degree), beasiswa akselerasi, beasiswa tertarget, serta Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) untuk mahasiswa S2 dan S3.


Salah satu program yang menjadi perhatian dalam sosialisasi tersebut adalah BPP 2026, yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui PUSPENMA bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.


Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian Agama, bantuan ini diberikan secara lump sum sebesar Rp20 juta bagi mahasiswa S2 dan Rp25 juta bagi mahasiswa S3. Dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan penyelesaian studi, antara lain pembayaran biaya kuliah, pembelian buku, ujian, publikasi jurnal, serta penyelesaian tesis atau disertasi.


Pendaftaran BPP 2026 dibuka pada 5–12 Oktober 2026. Pendaftar harus berstatus mahasiswa aktif minimal semester tiga pada program S2 atau S3 dalam negeri, telah lulus seminar proposal tesis atau disertasi, serta memenuhi persyaratan administrasi dan dokumen akademik yang ditetapkan. Tahap seleksi dijadwalkan pada 13–15 Oktober 2026, sedangkan hasil seleksi diumumkan pada 21 Oktober 2026.


Ruchman mendorong dosen dan sivitas akademika yang memenuhi persyaratan agar memanfaatkan peluang tersebut. Program bantuan penyelesaian studi dinilai dapat membantu mahasiswa menuntaskan pendidikan dan mengurangi beban pembiayaan pada tahap akhir studi.


Hendro Dwi Antoro Kenalkan Pendanaan Riset MoRA dan Beasiswa Non-Gelar

Selain pemaparan mengenai beasiswa dan bantuan studi lanjut, kegiatan ini menghadirkan Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., Ketua Tim Investasi Pendidikan, Kerja Sama, dan Riset pada PUSPENMA Kementerian Agama RI.


Hendro menyampaikan informasi mengenai program pendanaan riset MoRA The Air Funds atau Ministry of Religious Affairs–The Awakened Indonesia Research Funds, serta program beasiswa non-gelar Kementerian Agama.


Program MoRA The Air Funds merupakan skema pendanaan riset hasil kolaborasi Kementerian Agama dengan LPDP Kementerian Keuangan. Program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan riset di lingkungan perguruan tinggi keagamaan dan Ma’had Aly, sekaligus mendorong lahirnya hasil penelitian yang inovatif, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat.


Melalui pendanaan tersebut, dosen dan peneliti diharapkan dapat meningkatkan produktivitas penelitian, memperluas kolaborasi akademik, serta menghasilkan luaran berupa publikasi ilmiah, buku, kekayaan intelektual, maupun produk dan model yang dapat dikembangkan lebih lanjut.


Hendro juga memperkenalkan program beasiswa non-gelar yang memberikan kesempatan bagi sumber daya manusia di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan untuk mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi tanpa harus menempuh program pendidikan bergelar. Informasi mengenai program ini menjadi bagian penting bagi dosen yang ingin memperluas pengalaman akademik, meningkatkan keahlian, dan mengembangkan jejaring profesional.


Pemaparan kedua narasumber memberikan gambaran bahwa dukungan Kementerian Agama tidak hanya tersedia untuk pembiayaan pendidikan formal, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas melalui penelitian dan program non-gelar.


Perkuat Pengembangan Akademik dan Mutu Perguruan Tinggi

Bagi IIM Surakarta, sosialisasi ini menjadi kesempatan strategis untuk memperoleh informasi langsung mengenai program pembiayaan pendidikan dan penelitian yang dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia dosen. Peningkatan kualifikasi akademik, penguatan kompetensi, dan produktivitas riset merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.


Dekan Fakultas Tarbiyah IIM Surakarta, Lailla Hidayatul Amin, S.Pd., M.Pd.I., selaku penyelenggara kegiatan, berharap program bantuan penyelesaian studi S2 dan S3 dari Kementerian Agama dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para dosen. Melalui program tersebut, kualitas sumber daya manusia di IIM Surakarta, khususnya dosen, diharapkan terus meningkat, baik dari segi kualifikasi akademik maupun kapasitas dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut menjadi semakin penting seiring dengan rencana pengembangan kelembagaan IIM Surakarta dalam mempersiapkan alih bentuk dari institut menjadi universitas. Ketersediaan dosen dengan kualifikasi akademik dan kompetensi yang memadai diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pengembangan program studi, penguatan budaya akademik, peningkatan produktivitas penelitian, serta pencapaian standar mutu perguruan tinggi yang diperlukan dalam proses alih bentuk tersebut.


Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah IIM Surakarta mendorong para dosen agar semakin proaktif mencari informasi, mempersiapkan persyaratan, dan memanfaatkan peluang bantuan pendidikan maupun pendanaan penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan meningkatnya kualitas SDM dosen, IIM Surakarta diharapkan semakin siap mengembangkan kapasitas institusi dan mewujudkan transformasi menjadi universitas yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam.


Editor:

(m/NI)


×
Berita Terbaru Update