Narasi Indonesia.com, Surakarta
—
Fakultas Tarbiyah Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta
menyelenggarakan sosialisasi program beasiswa, bantuan penyelesaian studi, dan
pendanaan riset Kementerian Agama Republik Indonesia, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan
dua narasumber dari Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan
(PUSPENMA) Kementerian Agama RI, yakni Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag. dan Hendro
Dwi Antoro, S.H., C.Med.
Mengusung tema “Optimalisasi
Kesempatan Studi Lanjut melalui Program Bantuan Penyelesaian Studi S2 dan S3
Kementerian Agama RI”, kegiatan ini bertujuan memperluas akses informasi
bagi dosen mengenai peluang pembiayaan studi lanjut, beasiswa non-gelar, serta
pendanaan penelitian.
Rektor Dorong Peningkatan
Kualifikasi Akademik Dosen
Rektor IIM Surakarta, Dr.
Edy Muslimin, M.S.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya memanfaatkan
program bantuan pendidikan Kementerian Agama untuk meningkatkan kualifikasi
akademik dosen, khususnya pada jenjang doktor (S3).
Rektor menyampaikan
apresiasi kepada Dr. Ruchman Basori dan Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., atas
kesediaannya memberikan informasi langsung mengenai program pembiayaan
pendidikan kepada sivitas akademika IIM Surakarta. Ia berharap kesempatan
tersebut dapat dimanfaatkan oleh dosen yang sedang menempuh studi lanjut maupun
yang merencanakan peningkatan kualifikasi akademik.
Menurut Rektor,
peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor menjadi salah satu target
pengembangan institusi. Upaya tersebut diharapkan turut memperkuat kualitas
program studi, meningkatkan mutu akademik, serta mendukung peningkatan
akreditasi di lingkungan IIM Surakarta.
Rektor juga mengajak
dosen untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menindaklanjuti
informasi yang diperoleh dengan mempersiapkan persyaratan serta merencanakan
studi secara lebih terarah.
Ruchman Basori Paparkan
Program Bantuan Studi S2 dan S3
Dalam pemaparannya,
Kepala PUSPENMA Kementerian Agama RI, Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag., menjelaskan
bahwa pemerintah terus mengembangkan dukungan pembiayaan pendidikan untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang agama dan keagamaan.
Ia menempatkan
pengembangan sumber daya manusia berpendidikan tinggi sebagai salah satu
kebutuhan strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Peningkatan jumlah
lulusan magister dan doktor diharapkan memperkuat kapasitas perguruan tinggi,
pengembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusi akademisi bagi masyarakat.
Ruchman memperkenalkan
sejumlah program yang dikelola PUSPENMA, antara lain Beasiswa Unggulan
Keagamaan, beasiswa pesantren, program gelar ganda (double degree),
beasiswa akselerasi, beasiswa tertarget, serta Bantuan Penyelesaian Pendidikan
(BPP) untuk mahasiswa S2 dan S3.
Salah satu program yang
menjadi perhatian dalam sosialisasi tersebut adalah BPP 2026, yang
diselenggarakan Kementerian Agama melalui PUSPENMA bekerja sama dengan Lembaga
Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.
Berdasarkan pengumuman
resmi Kementerian Agama, bantuan ini diberikan secara lump sum sebesar
Rp20 juta bagi mahasiswa S2 dan Rp25 juta bagi mahasiswa S3. Dana tersebut
dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan penyelesaian studi, antara lain
pembayaran biaya kuliah, pembelian buku, ujian, publikasi jurnal, serta
penyelesaian tesis atau disertasi.
Pendaftaran BPP 2026
dibuka pada 5–12 Oktober 2026. Pendaftar harus berstatus mahasiswa aktif
minimal semester tiga pada program S2 atau S3 dalam negeri, telah lulus seminar
proposal tesis atau disertasi, serta memenuhi persyaratan administrasi dan
dokumen akademik yang ditetapkan. Tahap seleksi dijadwalkan pada 13–15 Oktober
2026, sedangkan hasil seleksi diumumkan pada 21 Oktober 2026.
Ruchman mendorong dosen
dan sivitas akademika yang memenuhi persyaratan agar memanfaatkan peluang
tersebut. Program bantuan penyelesaian studi dinilai dapat membantu mahasiswa
menuntaskan pendidikan dan mengurangi beban pembiayaan pada tahap akhir studi.
Hendro Dwi Antoro
Kenalkan Pendanaan Riset MoRA dan Beasiswa Non-Gelar
Selain pemaparan mengenai
beasiswa dan bantuan studi lanjut, kegiatan ini menghadirkan Hendro Dwi Antoro,
S.H., C.Med., Ketua Tim Investasi Pendidikan, Kerja Sama, dan Riset pada
PUSPENMA Kementerian Agama RI.
Hendro menyampaikan
informasi mengenai program pendanaan riset MoRA The Air Funds atau Ministry
of Religious Affairs–The Awakened Indonesia Research Funds, serta program
beasiswa non-gelar Kementerian Agama.
Program MoRA The Air Funds merupakan skema pendanaan riset hasil kolaborasi Kementerian Agama dengan LPDP Kementerian Keuangan. Program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan riset di lingkungan perguruan tinggi keagamaan dan Ma’had Aly, sekaligus mendorong lahirnya hasil penelitian yang inovatif, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat.
Melalui pendanaan
tersebut, dosen dan peneliti diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
penelitian, memperluas kolaborasi akademik, serta menghasilkan luaran berupa
publikasi ilmiah, buku, kekayaan intelektual, maupun produk dan model yang
dapat dikembangkan lebih lanjut.
Hendro juga
memperkenalkan program beasiswa non-gelar yang memberikan kesempatan bagi
sumber daya manusia di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan untuk
mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi tanpa harus menempuh program
pendidikan bergelar. Informasi mengenai program ini menjadi bagian penting bagi
dosen yang ingin memperluas pengalaman akademik, meningkatkan keahlian, dan
mengembangkan jejaring profesional.
Pemaparan kedua
narasumber memberikan gambaran bahwa dukungan Kementerian Agama tidak hanya
tersedia untuk pembiayaan pendidikan formal, tetapi juga mencakup pengembangan
kapasitas melalui penelitian dan program non-gelar.
Perkuat Pengembangan
Akademik dan Mutu Perguruan Tinggi
Bagi IIM Surakarta,
sosialisasi ini menjadi kesempatan strategis untuk memperoleh informasi
langsung mengenai program pembiayaan pendidikan dan penelitian yang dapat
mendukung pengembangan sumber daya manusia dosen. Peningkatan kualifikasi
akademik, penguatan kompetensi, dan produktivitas riset merupakan bagian
penting dalam upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Dekan Fakultas Tarbiyah
IIM Surakarta, Lailla Hidayatul Amin, S.Pd., M.Pd.I., selaku penyelenggara
kegiatan, berharap program bantuan penyelesaian studi S2 dan S3 dari
Kementerian Agama dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para dosen. Melalui
program tersebut, kualitas sumber daya manusia di IIM Surakarta, khususnya
dosen, diharapkan terus meningkat, baik dari segi kualifikasi akademik maupun
kapasitas dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat.
Peningkatan kualitas
sumber daya manusia tersebut menjadi semakin penting seiring dengan rencana
pengembangan kelembagaan IIM Surakarta dalam mempersiapkan alih bentuk dari
institut menjadi universitas. Ketersediaan dosen dengan kualifikasi akademik
dan kompetensi yang memadai diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan
pengembangan program studi, penguatan budaya akademik, peningkatan
produktivitas penelitian, serta pencapaian standar mutu perguruan tinggi yang diperlukan
dalam proses alih bentuk tersebut.
Melalui kegiatan ini,
Fakultas Tarbiyah IIM Surakarta mendorong para dosen agar semakin proaktif
mencari informasi, mempersiapkan persyaratan, dan memanfaatkan peluang bantuan
pendidikan maupun pendanaan penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan meningkatnya kualitas SDM dosen, IIM Surakarta diharapkan semakin siap
mengembangkan kapasitas institusi dan mewujudkan transformasi menjadi
universitas yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam.
Editor:
(m/NI)
