Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ahmad Doli Bereaksi Keras Usai Siswa SD Tewas Diduga Dirundung Kakak Kelas, Siap Datangi Pemalang

Minggu, 04 Oktober 2026 | Oktober 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-04T19:22:08Z

Narasi Indonesia.com, Jakarta - Dugaan perundungan yang menewaskan siswa kelas II SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Muhammad Hasbi Al Aqib (7), kembali membuka luka lama kasus kekerasan anak di Indonesia.


Korban diduga dipalak dan dipukuli kakak kelasnya hingga meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026).


Jenazah kemudian diautopsi tim Bidokkes Polda Jateng di RSUD M Azhari Pemalang.


Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Wildan Umar, menyatakan pihaknya telah menerima laporan masyarakat dan langsung melakukan penyelidikan.


“Kami sedang melaksanakan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Proses ini dibantu tim forensik Biddokkes Polda Jateng secara scientific crime investigation,” ujarnya, dikutip Minggu (4/10/2026).


Ibu korban, Diah Indriyanti (36), mengungkapkan anaknya sempat dirawat di rumah sakit selama sembilan hari.


“Pulih sebentar, lalu sakit lagi. Kemarin berniat dibawa ke rumah sakit, tapi sudah meninggal,” katanya kepada wartawan.


Baca juga: Pengakuan Ahmad Doli Usai Lihat Kondisi Anak Korban Kekerasan di Dairi, Minta Aparat Serius


Sorotan Ahmad Doli


Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengecam keras peristiwa ini.


“Sekali lagi kita melihat kekerasan yang dialami anak-anak, bahkan kali ini sampai merenggut nyawa. Saya mengecam keras kejadian ini,” tulisnya di akun Instagram, Minggu (4/10/2026).


Doli menegaskan, kasus Pemalang menunjukkan fungsi pendidikan dan perlindungan anak belum berjalan optimal.


Ia berencana mendatangi Pemalang untuk bertemu pihak sekolah, aparat, dan masyarakat.


“Anak-anak adalah wajah masa depan bangsa. Kalau wajah anak-anak ini rusak dan kita biarkan, maka sama saja kita merusak masa depan bangsa,” ujarnya.


Ahmad Doli menegaskan bahwa kasus Pemalang harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi sekolah, aparat, masyarakat, dan negara.


“Kita semua harus menghentikan kekerasan anak segera. Saya mohon doa agar langkah ini bisa mencegah kasus serupa di masa mendatang,” pungkasnya.


Baca juga: Ahmad Doli Soroti Kekerasan Anak, Selamatkan Generasi Bangsa, Kritik Lambannya Penanganan Aparat


Rekam Jejak Doli dalam Isu Anak


Ahmad Doli bukan kali pertama menyoroti kasus kekerasan anak.


Sejak 2020, ia aktif mengawal berbagai kasus di Sumatera Utara dan daerah lain:


- Kasus pelecehan di Asahan: Doli melaporkan langsung ke KPAI dan mendampingi orang tua korban.


- Kasus Sidikalang, Dairi: Bocah 8 tahun mengalami kekerasan sadis. Doli turun langsung ke RS Haji Medan memastikan perawatan intensif.


- Kasus Tanjungbalai dan Batubara: Ia menemui korban dan keluarga, sekaligus mengkritik aparat yang lamban.


Selain itu, Doli mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTPPA) di setiap kabupaten/kota agar pengaduan korban bisa ditangani lebih cepat.


Isu perlindungan anak juga menjadi perhatian serius DPR RI secara kelembagaan:


- Komisi VIII menekankan pemulihan korban sebagai prioritas utama.


- Komisi X mendorong regulasi ketat bagi daycare/TPA.


- Wakil Ketua DPR Sari Yuliati mengusulkan revisi UU Perlindungan Anak untuk memperkuat pencegahan dan pengawasan.


Langkah-langkah ini menunjukkan DPR tidak hanya bereaksi pada kasus per kasus, tetapi juga berupaya memperkuat regulasi agar perlindungan anak lebih komprehensif.


Catatan KPAI


Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menyebut pihaknya menerima laporan kasus Pemalang pada Kamis (1/10/2026).


“Korban disebut mengalami perundungan karena tidak mau memberikan uang kepada pelaku. Kedua pelaku emosi dan melakukan penganiayaan. Korban diduga mengalami luka dalam,” ujarnya.*


Sumber: (Tribun-medan.com)


 

×
Berita Terbaru Update