Narasi Indonesia.com, Jakarta- Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengaku terkejut mendengar pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan percepatan pergantian pemerintahan sebelum Pemilu 2029. Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie saat berada di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Doli menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan beragam tafsir politik. Bahkan, jika tidak segera diklarifikasi, pernyataan itu dapat berkembang menjadi spekulasi mengenai kudeta, makar, hingga dugaan pengkhianatan terhadap konstitusi, dikutip pada laman resmi kumparan.com.
“Pertama saya sih kaget juga ya mendengarkan pernyataan Pak Budi Arie, apalagi di sampingnya Pak Jokowi,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8).
Menurut Doli, posisi Budi Arie sebagai mantan menteri dan tokoh politik membuat pernyataannya menjadi perhatian publik. Terlebih, ia menyampaikannya ketika berada bersama Jokowi yang pernah menjabat sebagai presiden.
Doli mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bernegara harus berlandaskan aturan, termasuk Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Kita kan sama-sama tahu negara ini negara hukum, semuanya kita jalankan hukum yang terdepan dan salah satu hukum tertinggi itu adalah konstitusi kita, Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur masa kepemimpinan satu periode kepresidenan itu lima tahun,” ujarnya.
Ia pun mempertanyakan pernyataan mengenai kemungkinan pergantian pemerintahan sebelum masa jabatan yang telah ditentukan secara konstitusional berakhir.
“Jadi kita agak kaget ada sekelas Pak Budi Arie yang di samping Pak Jokowi yang mengatakan bahwa pergantian pemerintahan itu tidak lima tahun,” kata Doli.
Doli Bersyukur Budi Arie Beri Klarifikasi
Doli mengaku bersyukur Budi Arie kemudian memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya. Menurut dia, klarifikasi tersebut penting untuk mencegah munculnya spekulasi politik yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Nah, syukur hari ini beliau ada klarifikasi ya karena kalau tidak ini bisa berkembang ke mana-mana dan bisa wajar saja orang menafsirkannya secara politik,” tutur Doli.
Ia mengatakan, tanpa klarifikasi, pernyataan tersebut dapat ditafsirkan secara ekstrem, termasuk sebagai isu kudeta, makar, maupun pengkhianatan terhadap konstitusi.
“Dan tafsir politiknya bisa ke mana-mana, bisa bicara sampai tentang kudeta, bisa tentang soal adanya makar, bisa juga ditafsirkan adanya pengkhianatan terhadap konstitusi dan seterusnya,” ujarnya.
Doli khawatir spekulasi tersebut justru menimbulkan persoalan baru ketika pemerintah sedang fokus menjalankan berbagai program.
“Saya khawatir kalau tidak segera diklarifikasi jangan salahkan juga kalau kemudian orang bisa menafsirkan sampai hal-hal yang sengeri itu. Jadi menurut saya sekali lagi saya bersyukur sudah diklarifikasi karena jangan sampai nanti akan menimbulkan kontraksi baru,” katanya.
Golkar Tegaskan Berdiri di Atas Konstitusi
Doli menegaskan posisi Partai Golkar dalam persoalan tersebut sudah jelas. Menurutnya, Golkar berkomitmen menjadikan konstitusi sebagai dasar dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saya kira kalau Golkar standing position-nya jelas. Pertama kami adalah partai yang sampai hari ini tegak berdiri karena kami berkomitmen bahwa negara ini adalah negara hukum, semuanya ada aturannya,” kata Doli.
Ia menyebut seluruh aktivitas Golkar, baik sebagai partai politik maupun dalam menjalankan fungsi di DPR dan pemerintahan, harus berpedoman pada aturan hukum.
“Keberadaan kami sebagai sebuah partai politik, keberadaan kami juga selama ini berada di DPR, berada di pemerintahan, itu semua diatur oleh aturan hukum termasuk konstitusi kita. Jadi kami dalam setiap pengambilan kebijakan, keputusan, langkah-langkah selalu dasar utamanya adalah Undang-Undang Dasar 1945,” lanjutnya.
Doli bahkan menegaskan Golkar akan berada di garis depan apabila terdapat pihak yang melakukan tindakan yang dinilai bertentangan dengan konstitusi.
“Jadi kalau ada pihak yang kemudian akan melakukan upaya pengkhianatan atau pelanggaran terhadap konstitusi tentu kami berada di depan sebagai pembela konstitusi,” tegasnya.
Golkar Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029
Doli juga memastikan Golkar tetap berada di dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena itu, menurut dia, Golkar memiliki tanggung jawab untuk ikut memastikan pemerintahan berjalan hingga masa jabatan lima tahun berakhir.
“Nah apalagi yang kedua, sekarang kami berada bersama-sama selalu di dalam pemerintahan Presiden Pak Prabowo dan Gibran. Kami juga harus ikut bertanggung jawab untuk menyukseskan pemerintahan ini sampai selesai lima tahun dengan semua programnya, dengan semua kebijakannya,” kata Doli.
Ia menegaskan Golkar tidak akan mengubah sikap tersebut. Partai berlambang pohon beringin itu akan tetap fokus membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan bangsa.
“Jadi itu standing position Golkar. Jadi kami tidak akan keluar dari jalur dan sikap itu. Jadi kami terus mempertahankan semangat berkonstitusi dalam bernegara, berkehidupan berbangsa negara kita,” ujarnya.
Doli menambahkan bahwa Golkar saat ini berkonsentrasi membantu Prabowo menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.
Doli Minta Agenda Pilpres Menunggu 2029
Doli mengimbau seluruh pihak untuk tetap konsisten mengikuti mekanisme politik yang telah diatur dalam konstitusi. Ia menilai agenda pencalonan presiden maupun wakil presiden sebaiknya dilakukan sesuai jadwal Pemilu 2029.
“Jadi oleh karena itu saya menyarankan sudahlah ya kita mari committed, konsisten dengan keputusan kita. Kita sudah kemarin melaluinya dengan sebuah mekanisme yang sudah berjalan sekian puluh tahun melalui pemilu,” katanya.
Menurut Doli, apabila terdapat pihak yang ingin maju sebagai calon presiden atau wakil presiden, agenda tersebut seharusnya menunggu momentum Pemilu 2029.
“Kalau nanti ingin ada agenda politik apakah mau jadi calon presiden atau mau jadi calon wakil presiden, tunggu nanti saja tahun 2029 sesuai yang diatur dalam konstitusi kita,” pungkasnya.*
