×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Geram Jatim Akan Gelar Aksi di Depan Mapolda, Tuntut Penindakan Bisnis Prostitusi

Selasa, 18 Juni 2024 | Juni 18, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-06-18T14:11:28Z


Narasi Indonesia.com, SURABAYA-Gerakan Aktivis Milenial (Geram) Wilayah Jawa Timur akan menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Jatim besok, Rabu, 19 Juni 2024, pukul 14.00 WIB. Gabungan mahasiswa dan pemuda se-Jatim akan menyuarakan penolakan keras terhadap bisnis prostitusi yang diduga dijalankan oleh salah satu tempat pijat dan spa di Surabaya, pada Selasa (18/6/2024).


Hafid, Ketua Umum Geram Jatim, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respons terhadap kinerja Kapolda yang dianggap kurang tanggap dan terkesan mendiamkan bisnis prostitusi di Surabaya. Menurut Hafid, aparat penegak hukum seharusnya melakukan inspeksi terhadap semua tempat yang diduga menyediakan bisnis prostitusi di kota Surabaya sebagai upaya penegakan hukum.


"Jelas ini melanggar pasal 506 KUHP. Dan prostitusi ini sangat berhadapan dengan Perda No.7 tahun 1999," ujar Hafid.


Meskipun Hafid tidak menyebutkan nama spesifik dari bisnis prostitusi tersebut, dia memberikan petunjuk bahwa tempat tersebut memiliki inisial "E" dan berlokasi tidak jauh dari Rumah Dinas Gubernur (Grahadi) dan Kantor Walikota, tepatnya di sekitar monumen Bambu Runcing.


"Tempatnya di sekitar monumen Bambu Runcing, tidak jauh dari Kantor Walikota. Seharusnya ini menjadi keprihatinan bersama," imbuh Hafid.


Hafid juga menginformasikan bahwa aksi tersebut akan melibatkan 120 massa, gabungan dari tiga kampus besar di Surabaya, sebagai bukti keseriusan mahasiswa dan pemuda dalam menyikapi isu ini. Aksi Geram besok akan menuntut Kapolda untuk mengusut praktik bisnis terkait, mengevaluasi izin usaha yang terkait dengan prostitusi, dan mencabut izin segala bisnis prostitusi di wilayah Surabaya.


"Rencana awal kita lakukan demo kepada Bapak Kapolda tercinta. Rencana lanjutan di hari terpisah, kita akan demo Kantor Walikota Cak Eri dan Gubernur Bunda Khofifah. Kan malu jika mereka tidak mampu membereskan," pungkas Hafid.*


(m/NI)

×
Berita Terbaru Update