×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Presiden Mahasiswa Universitas Mbojo Bima Angkat Bicara Soal Dinamika Demokrasi Indonesia

Selasa, 06 Februari 2024 | Februari 06, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-07T07:06:26Z

Afriansyah Putra Presiden Mahasiswa Universitas Mbojo Bima  (dok. istimewa)

Narasi Indonesia.com, BIMA NTB-Rektor/kampus di NTB khususnya Bima harus berani mengambil sikap deklarasi negara darurat demokrasi dan darurat negarawan di orde Presiden Jokowi, pada Rabu (7/2/2024).


Afriansyah Putra, Presiden Mahasiswa Universitas Mbojo Bima menyampaikan bahwa mari saling bahu membahu membangun gerakan persatuan untuk selamatkan Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja oleh karena otoritas segelintir penguasa kekuasaan orde Presiden Jokowi.


Lebih lanjut, Presiden Mahasiswa Universitas Mbojo Bima menekankan bahwa  sudah terlalu lama kita dininabobokan Presiden Jokowi sehingga hal-hal yang melanggar konstitusional yang diperbuat olehnya di anggap lumrah/sepele dan tidak ada yang berani bersuara secara aksi nyata.


"Semuanya sudah bungkam seperti mulut yang sudah di isolasi oleh kertas. Tokoh Nasional, Provinsi, Kota, Daerah hanya berani berdebat dan berdiskusi di forum-forum besar saling bela membela dan menjatuhkan satu sama lain antara buzzer dan oposisi tapi aksi nyata di lapangan sangat minim," terangnya.


Afriansyah melanjutkan, sampai kapan kita menikmati siklus dinamika demokrasi yang sudah sangat fatal cacat di negara Indonesia sekarang dan sampai kapan kita menjadi tim hore dengan degradasi moral, etika serta semena-mena penguasa di orde Joko Widodo melakukan dan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan dinasti kekuasaan.


Tubuh Indonesia butuh aksi nyata kesatuan kekuatan rakyat untuk menjadi obat dalam menyembuhkan segala problem persoalan yang terjadi di negara Indonesia, semakin kita semua diam semakin merajalela Presiden Jokowi bertindak untuk mempertahankan dinasti kekuasaan.


Manusia yang jahat bukan manusia yang melakukan kejahatan melainkan manusia yang membiarkan kejahatan terus berkembang biak. Negara boleh bodoh kalau kita jangan, pungkasnya.*


(r/NI)




×
Berita Terbaru Update