![]() |
| Penutupan acara Tunas Gusdurian di Aula Muzdalifah (dok. jaringangusdurian) |
Narasi Indonesia.com, SURABAYA-Penutupan acara Tunas Gusdurian 2022 sangat meriah dan masing-masing Gusdurian seluruh wilayah ikut perpartisipasi, kegiatan tersebut ditutup secara resmi pada Minggu, 16 Oktober 2022 di Aula Muzdalifah, Surabaya Jawa Timur, (16/10/2022).
Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menjelaskan dokumen ini karena latar belakang masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.
Lebih lanjut, ia menyebut kekuasaan hari ini semakin terkonsentrasi di kalangan elit, sehingga mengakibatkan buntut panjang permasalahan di sektor lainnya.
“Kekuatan kapital mengental di berbagai bidang, kepentingan rakyat terabaikan, serta kelestarian alam tergadaikan. Oligarki menjadi sumber masalah bangsa yang harus kita koreksi. Penguatan demokrasi substansial menjadi solusi untuk mewujudkan inklusi sosial, ekonomi, dan politik,” terangnya.
Adapun lima poin resolusi dan rekomendasi hasil Tunas Gusdurian 2022 meliputi: Pertama, desakan jaringan Gusdurian pada pemerintah dan parlemen untuk memperluas ruang demokrasi. Kedua, mendesak pemerintah menegakkan hukum yang mencerminkan keadilan dan pemenuhan hak-hak konstitusional dengan menuntaskan kasus HAM berat dan memulihkan hak-hak korban. Ketiga, mendesak kepada pemerintah untuk melakukan demokratisasi ekonomi yang inklusif, responsif gender dan penyandang disabilitas. Keempat, berkomitmen mengawal pemilu 2024 untuk terwujudnya rekonfigurasi kekuasaan. Terakhir, berkomitmen memperkuat konsolidasi masyarakat sipil untuk perimbangan oligarki kelompok elit.
Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penggerak Gusdurian dari seluruh Indonesia dan luar negeri yang hadir di Tunas Gusdurian 2022. Mereka datang ke Surabaya menggunakan biaya pribadi. Tutupnya.*
